Andre Rosiade Memohon PSI Jangan Ajarkan Prabowo Seperti Ikan Berenang

Agen Casino

Andre Rosiade Memohon PSI Jangan Ajarkan Prabowo Seperti Ikan Berenang – Sekjen PSI Raja Juli Antoni memohon Calon presiden Prabowo Subianto belajar dari Ketua Umum PSI Grace Natalie yg legawa waktu hasil quick count beberapa instansi survey memberikan pencapaian nada PSI tak tembus ujung batas parlemen/DPR. Menanggapinya, anggota Tubuh Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade memohon PSI tak mengajar Prabowo seperti mengajar ikan berenang.

“PSI itu jangan sampai ajari ikan berenang. Sebab Pak Prabowo itu ialah seseorang patriot, seseorang negarawan. Jadi mungkin (waktu) Raja Juli sama Grace Natalie tetap gunakan kostum sekolah, itu Pak Prabowo udah memberikan kenegarawanan beliau,” papar Andre waktu dihubungi, Jumat (18/4/2019).

Andre lantas mengungkit salah satunya sikap kenegarawanan Prabowo. “Saya kasih contoh, tahun 1998, jadi Pak Prabowo itu menggenggam pasukan ada 34 batalyon serta juga semua teristimewa ialah rekan beliau yg pimpin, beliau dapat menggantikan negara ini, tetapi sebab beliau patriot, beliau negarawan, beliau yakin konstitusi serta beliau yakin demokrasi ialah jalan terunggul untuk bangsa Indonesia, beliau tak mengerjakan hal semacam itu,” papar Andre.

Andre pula mengungkit Prabowo yg datang waktu pelantikan Joko Widodo (Jokowi) jadi Presiden RI pada tahun 2014 waktu lalu. Menurut dia, sikap Prabowo itu bahkan juga tidak sama dengan sikap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yg tak ada waktu pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi presiden.

“2014 Pak Prabowo memberi rutinitas baru untuk negara serta bangsa kita ini. Awal mulanya kita dipertontonkan dengan Bu Mega kalah 2 kali di 2004 serta 2009, bagaimana interaksi kurang baik pada Bu Mega serta Pak SBY. Sesaat Pak Prabowo di 2014 ada ke pelantikan Pak Jokowi serta memberi hormat prima terhadap Pak Jokowi dalam sidang umum MPR, di pelantikan Pak Jokowi jadi presiden RI 2014. Jadi satu kali lagi jangan sampai ngajari ikan berenang,” kata Andre.

Dijelaskan Andre, tak pas apabila Raja Juli memperbandingkan Prabowo dengan Grace di Pemilu 2019. Soal ini sebab PSI yg menurut hasil kalkulasi cepat tak maju ke DPR juga diperkirakan awal mulanya.

“Dari mula memang PSI diperkirakan tak lolos, (di) suruvei, tidak sama dengan kami yg punya hasil real count yg buat sesaat ini dari 60 % data kami yg masuk Alhamdulillah buat sesaat Pak Prabowo unggul di 62 % nada,” tuturnya.

“Minta maaf dengan semua hormat saudara Raja Juli jangan sampai anda banding dengan Mbak Grace. Pertama kasusnya beda, yg ke dua sewaktu Pak Prabowo jadi Ketua Umum Partai Gerindra, Mbak Grace itu ialah MC Partai Gerindra, jadi tidak aple to aple kalaupun anda mau memperbandingkan Pak Prabowo dengan Mbak Grace,” sambungnya.

Awal mulanya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyesalkan klaim sepihak Prabowo menangkan Pemilihan presiden 2019. Ia memandang sikap Prabowo itu justru memanaskan keadaan selesai pencoblosan.

“Hasrat rakyat buat membuat 17 April jadi pucuk keikutsertaan politik serta menyudahi ketaksamaan politik yg tajam selanjutnya gagal sebab Prabowo tak menampik menyebutkan kekalahannya biarpun semua instansi survey yg valid lewat quick count memberikan kekalahan Prabowo,” kata Raja Juli dalam rilisnya, Jumat (19/4).

Raja Juli selanjutnya memohon Prabowo belajar dari Ketua Umum PSI Grace Natalie. Grace legawa waktu hasil quick count beberapa instansi survey memberikan pencapaian nada PSI tak tembus ujung batas parlemen/DPR.

“Pak Prabowo harusnya meneladani Grace Natalie, Ketum PSI, yg dengan teguh hati mengaku kegagalan PSI masuk Senayan sebab cuma beroleh 2% (kira-kira 3 juta pemilih) nada nasional dari 4% yg diatur UU,” katanya.