Home / berita umum / Asteroid Besar Menabrak Bumi Meluncurkan Batu Paling Tua

Asteroid Besar Menabrak Bumi Meluncurkan Batu Paling Tua

Asteroid Besar Menabrak Bumi Meluncurkan Batu Paling Tua – Saat beberapa astronot Apollo 14 kembali pada Bumi dengan membawa sampel-sampel dari permukaan Bulan, mereka tidak mengerti bila mereka menghadapkan kembali Bumi dengan sisi dari riwayat awalannya.

Seperti dikutip CNN, Jumat (25/1/2019), info itu dikatakan dalam Jurnal Earth and Planetary Science Letters yang membuat hasil riset tentang batu paling tua Bumi itu. Dijelaskan dalam jurnal itu jika batu paling tua yang dinamakan ‘moon rock’ atau ‘batu Bulan’ itu diprediksikan bertabrakan dengan Bulan, sesudah tubrukan keras yang lain meluncurkannya secara cepat dari Bumi seputar 4 miliar tahun kemarin.

Beberapa periset yakini jika waktu itu satu komet atau asteroid besar menabrak Bumi serta meluncurkan batu paling tua itu sampai keluar atmosfer serta bahkan juga ke luar angkasa. Batu itu lalu dengan tidak menyengaja bertabrakan dengan Bulan sebab waktu itu jarak Bumi-Bulan lebih dekat 3x lipat dari sekarang ini.

Batu paling tua itu ucap terdiri atas kuarsa (penyusun penting dalam pasir, batuan serta beberapa mineral), feldspar (grup bebatuan mineral yang terdiri atas kalium, natrium serta kalsium alumino silikat), serta zircon atau yakut (batu mineral dengan beberapa jenis warna, umumnya biru atau hijau).

Ke-3 komponen itu didapati yang begitu umum di Bumi akan tetapi sedikit ada di Bulan.
Satu analisa pada bebatuan itu mengutarakan jika batu paling tua itu tercipta pada suhu hawa yang terasosiasi dengan Bumi serta dalam keadaan yang serupa seperti Bumi digabungkan dengan oksigen. Batu paling tua itu didapati terkristalisasi pada 4 miliar serta 4,1 miliar tahun kemarin, saat Bumi masih tetap begitu muda, di kedalaman 19,9 km. dibawah permukaan Bumi.

Bila memang batu itu tercipta di Bulan, pasti akan tunjukkan keadaan suhu hawa berlainan. Formasi serta seluk-beluk masalah batu itu pun dipandang beberapa periset begitu tidak biasa buat satu sampel dari Bulan.

Lalu, bila batu paling tua itu tercipta dibawah permukaan Bumi, bagaimana dapat terlempar keluar sampai ke luar angkasa? Beberapa periset yakini satu atau beberapa bentrokan hebat pada permukaan Bumi membuat batu itu keluar di permukaan. Waktu itu, Bumi didapati tengah alami bentrokan asteroid yang dapat membuat kawah selebar beberapa ratus km..

Waktu diketemukan di permukaan Bulan, batu paling tua itu bercampur dengan material yang lain. Analisa paling baru mengutarakan jika batu itu barangkali sempat terserang tubrukan lainnya serta bahkan juga meleleh beberapa seputar 3,9 miliar tahun kemarin, sampai terkubur dibawah permukaan Bulan serta membuat batu ‘baru’.

Lalu seputar 26 juta tahun kemarin, satu asteroid menabrak Bulan serta menyebabkan terbentuknya Cone Crater yang mempunyai lebar 321 mtr.. Insiden ini menolong menimbulkan batu paling tua itu ke permukaan Bulan.

Setelah itu, saat beberapa astronot Apollo 14 temukan batu itu dalam misi seputar 48 tahun kemarin — pada 31 Januari sampai 6 Februari 1971 — mereka berfikir batu itu adalah sampel organik yang akan memberi info masalah Bulan serta formasnyai.

Team riset internasional yang mengkaji batu paling tua itu meningkatkan tehnik untuk mencari fragmen bentrokan di permukaan Bulan. David Kring sebagai penyelidik penting buat Center for Lunar Science and Exploration, melawan timnya untuk mencari ‘pecahan’ Bumi di Bulan. Ia yakini akan ada semakin banyak batu sama yang diketemukan. Hal tersebut jadi sisi dari misi NASA, terutamanya Solar Sistem Exploration Research Virtual Institute.

Kring memandang, penemuan ini mungkin dipandang polemis oleh beberapa ahli geologi. Akan tetapi buat Kring serta timnya, penemuan ini tidak mengagetkan mengingat Bumi sempat dirundung tubrukan hebat saat Hadean eon waktu Bumi tercipta seputar 4,6 miliar tahun kemarin.

About admin