Home / berita umum / Diduga Terima Suap, Hakim PN Balikpapan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Diduga Terima Suap, Hakim PN Balikpapan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Diduga Terima Suap, Hakim PN Balikpapan Ditetapkan Sebagai Tersangka  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil keputusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, atas nama Kayat jadi terduga perkara suap. Tidak cuman Kayat, 2 orang yang lain diputuskan jadi terduga.

” Seusai mengerjakan permohonan info sebelum batas waktu 24 jam sama seperti dirapikan dalam KUHAP, dilanjut dengan titel masalah, jadi diartikan ada perkiraan Tindak Pidana Korupsi berikan atau terima hadiah atau janji berkenaan perlakuan masalah di Pengadilan Negeri Balikpapan pada tahun 2018. KPK menambah status perlakuan masalah ke penyelidikan serta mengambil keputusan tiga orang jadi terduga : a. Dikira terima suap : KYT Hakim di PN Balikpapan, ” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019) .

Kayat dikira memohon uang buat membebaskan terdakwa yg tengah melakukan persidangan. Kayat dikira melanggar UU Nomer 20 Tahun 2001 terkait pemberantasan tindak pidana korupsi.

” Jadi pihak yg dikira penerima, KYT disangkakan melanggar Clausal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Clausal 11 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 sama seperti udah di ubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ” kata Syarif.

Dua orang yang lain sebagai terduga merupakan pengacara Jhonson Siburian serta penduduk atas nama Sudarman, yg diamankan di tempat tinggalnya dengan perkiraan keikutsertaan perkara yg sama.

” Jadi pihak yg dikira pemberi : SDM serta JHS disangkakan melanggar clausal 6 ayat (1) huruf a atau Clausal 13 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 sama seperti udah di ubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Clausal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, ” kata Syarif.

Hakim Kayat sebelumnya menyidangkan perkara yg cukuplah undang perhatian, ialah perkara pencemaran Teluk Balikpapan oleh tumpahan minyak. Hakim Kayat menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara serta denda Rp 15 miliar terhadap nakhoda kapal MV Ever Judger Zhang Deyi.

Tidak cuman jadi pengacara, Jhonson Siburian diketahui jadi aktivis instansi swadaya penduduk National Corruption Watch (NCW) . Satu perihal sebagai perhatian NCW merupakan beberapa kasus tumpang tindih kepemilikan area di Balikpapan. Bukan kebetulan, Sudarman merupakan pebisnis property, serta berubah menjadi terdakwa dalam perkara penipuan dokumen tanah itu, sesaat Jhonson merupakan pengacaranya.

About admin