Investasi Asing Mendorong Bank BRI Sama BCA

Agen Casino

Investasi Asing Mendorong Bank BRI Sama BCA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 7 Juni, ditutup menguat tidak tebal 0, 17% di level 5, 717. 33. Penguatan IHSG itu terlebih didorong oleh kenaikan saham bidang mining karena kenaikan harga coal. Disamping itu, Dow Jones waktu pagi ini menguat 0, 18% ke level 21, 173. 69, akan tetapi EIDO malah turun tidak tebal -0, 07% ke level 26, 96.

Aliran investasi asing ke Indonesia pada th. ini diprediksikan bisa meraih angka US$ 700 miliar atau setara dengan Rp 9, 310 triliun. Apa pemicunya?

Kenaikan rating oleh S&P mengakibatkan Indonesia punya potensi kebanjiran dana investasi asing, berkenaan kesempatan berinvestasi di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, kalau potensi aliran investasi yang bisa digaet Indonesia dari dana investasi itu (investment fund) meraih US$ 700 miliar atau setara Rp 9, 310 triliun.

Dengan potensi investasi sebesar itu, Indonesia peluang besar bakal banjir investasi serta perkembangan tanda investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4, 81 % pada kuartal I 2017 lantas bisa terdongkrak.

Bahkan, bukan hanya mustahil, sasaran perkembangan investasi yang tertuang dalam Rancangan Aturan Pendapatan serta Berbelanja Negara (R-APBN) 2018 sebesar 8, 0 % bisa diraih oleh Indonesia. Sebab, sentimen positif dari tiga instansi rating ikut buat Indonesia semakin ‘seksi’ di mata investor asing.

Disamping itu, Kementerian Keuangan resmi keluarkan peraturan tehnis aplikasi Ketentuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 terkait Akses Info Keuangan untuk Kebutuhan Perpajakan.

Peraturan itu yaitu Ketentuan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK. 03/2017 terkait panduan tehnis akses info keuangan untuk perpajakan. Satu diantara hal perlu dari ketentuan baru itu adalah kalau penduduk yang miliki dana sedikitnya Rp 200 juta harus dilaporkan pada direktorat jendral pajak.

Lewat peraturan baru itu, jadi pihak pajak bakal diberi kebebasan untuk memandang data nasabah yang miliki dana sedikitnya sebesar Rp 200 juta.

Dari data itu, Ditjen Pajak bakal lakukan penelusuran pada nilai saldo akhir th. serta pendapatan yang di terima oleh yang memiliki rekening apakah telah sesuai sama pajak yang dibayarkan untuk th. ini atau belum.

Berarti, sepanjang semua harta yang dipunyai telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, jadi tidak ada yang butuh di cemaskan.

Hal semacam ini ditunaikan terlebih untuk mengasumsikan perihal potensi perpajakan dan kemampuan susunan ekonomi di Indonesia. Selain itu, ketentuan ini dapat dapat menjauhkan praktik penggelapan ataupun pencucian duit yang sering berlangsung di Indonesia.

Untuk pengetahuan saja, jumlah rekening yang miliki saldo sedikitnya Rp 200 juta di Indonesia cuma 2, 3 juta rekening atau 1, 14% dari jumlah keseluruhnya rekening yang ada.

Sentimen-sentimen itu bisa memberi dorongan untuk saham-saham di perbankan, karena tingginya jumlah dana yang bisa masuk ke bidang perbankan itu, terlebih BBRI serta BBCA.