Home / berita umum / Ketua DPP PKB:Sangat Tidak Etis Melangkahi Makam

Ketua DPP PKB:Sangat Tidak Etis Melangkahi Makam

Ketua DPP PKB:Sangat Tidak Etis Melangkahi Makam – Sikap calon wakil presiden Sandiaga Uno waktu berziarah ke makam tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri jadi sorotan. Sandiaga nampak melangkahi makam salah satunya pendiri NU itu waktu berziarah di Hari Santri Nasional waktu lalu.

Sikap Sandiaga itu tampak dalam video yang menyebar di jejaring sosial mulai sejak kemarin. Walau sebenarnya moment itu berlangsung sewaktu Sandiaga bersama-sama Calon presiden Prabowo Subianto berziarah ke makam beberapa tokoh NU dalam hari santri, Senin, 22 Oktober 2018.
Video itu, seperti disaksikan detikcom, Senin (12/11/2018), berdurasi 15 detik. Sandiaga, yang nampak kenakan sarung serta berkopiah hitam, awalannya menabur bunga di makam itu. Sandi terus ambil langkah. Prabowo, yang menabur bunga, akan berubah ke makam sesudah itu, pilih buat melalui tepi lewat cara perlahan-lahan sebelum bergeser.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, bertanya-tanya dengan tingkah laku Sandiaga. Ace lantas mengusik titel ‘santri post-Islamisme’ yang awal mulanya disematkan Presiden PKS Sohibul Iman ke Sandiaga.

“Oh jadi demikian ya yang namanya santri post Islamisme dalam mengaplikasikan adab ziarah simpan? Harusnya menjadi orang yang ujarnya tahu terkait tata teknik serta adat berziarah peristiwa seperti itu tidak bisa berlangsung,” tutur Ace terhadap wartawan.

Soal seirama ikut diungkapkan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding. Menurut dia, apakah yang dikerjakan Sandiaga yang disebut yaitu ‘santri post-Islamisme’ itu tidak patut.

“Benar-benar tidak etis. Seorang yang tak pernah mondok sekali juga, melangkahi makam ialah perbuatan yang tidak sopan,” kata Karding yang Ketua DPP PKB.

Teknik tabur bunga calon wakil presiden nomer urut 02 itu ikut disorot. Elite PBNU yang anggota Fraksi PDIP DPR, Nasyirul Fallah Amru, mengkritik teknik tabur bunga Sandiaga.

“Makam itu diduduki saja gak bisa, ini justru dilangkahi sama Sandiaga, itu bukan watak masyarakat NU. Teknik Sandiaga menabur bunga ikut seperti berikan makan terhadap ternak,” kata Nasyirul dalam pengakuan tercatat.

Selain itu saingannya, calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin, menyerahkan terhadap kiai di Jawa Timur. Rais Aam NU itu tidak memberikan komentar banyak bab sikap saingannya.

“Itu berikan ke kiai Jawa Timur. Apakah kata kiai Jawa Timur,” kata Ma’ruf terhadap wartawan di Lebak, Banten.

Team Sandiaga Membela

Jubir Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari NU, Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), malah menyoroti pendamping Sandi waktu berziarah. Menurut Gus Irfan, kebanyakan tidak sempat ada kekeliruan waktu Sandiaga berziarah.

“Yang jadi pertanyaan saya, mengapa ya, mereka kan, Bang Sandi serta Pak Prabowo, kan telah berziarah ke beragam tempat, berpuluh tempat, tetapi gak sempat ada kekeliruan, tetapi kok baru disana ada kekeliruan,” kata Gus Irfan waktu dihubungi.

“Apakah pendampingnya yang kurang paham atau bagaimana itu,” tambah ia.

Meskipun demikian Gus Irfan mengaku ada kesalahan. “Kalaupun memang semacam itu, ya memang itu salah satunya kesalahan dari Bang Sandi, tetapi memang itu yang berasal dari ketidakpahaman saja,” jelas ia.

Waketum Gerindra yang Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan belum pula menyaksikan video itu. Ia menanyakan kenapa perihal ini dikaji.

“Apakah sich persoalan-persoalan seperti gini resikonya untuk bangsa? Saya sangka problem makam saja. Menurut saya, yang penting diangkat itu ekonomi seperti apakah, hidup susah, harga bertambah. Tetapi kalaupun problem makam jadi kabar berita ya rada bagaimana ya, saya sangka rada kurang mendidik,” ucap Fadli.

Jubir tim sukses Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, awal mulanya sudah berani bicara bab video itu. Menurutnya, Sandi tidak bermaksud berbuat kurang sopan.

“Yang tentu Bang Sandi gak punyai tekad apa-apa buat berbuat kurang sopan makam atau apa-pun ikut ya. Yang tentu Bang Sandi gak punyai tekad tidak baik tidak untuk hormat,” tutur Andre.

Bagaimana Adab Ziarah Simpan?

Ada adab dalam berziarah simpan. Direktur Masalah Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag Juraidi memaparkan dengan singkat tentang adab ziarah simpan.

“Adab ziarah simpan, pertama mengenakan pakaian yang Islami. Dua, bermaksud mencari ridha Allah. Tiga, mendoakan pakar simpan. Empat, tidak memohon terhadap pakar simpan,” papar Juraidi.

Juraidi ikut mengambil hadis Rasulullah Muhammad SAW terkait ziarah simpan. Dalam hadis itu memang ziarah simpan sempat dilarang oleh Nabi.

“(Bunyinya) Kuntu nahaakum ‘an ziyaratilqabri alaa fazuuruha, berarti: dulu saya melarang kalian ziarah simpan, saat ini berziarahlah,” tutur Juraidi mengambil hadis Nabi Muhammad SAW.

Tentang adab berziarah ikut diterangkan oleh Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan. Tapi KH Dahlan tidak berikan komentar sikap Sandiaga lewat cara pribadi.

“Pertama ucapkan salam Assalamualaikum Ya Pakar Simpan. Ke dua tekad buat berdoa terhadap Allah SWT memintakan ampunan buat beberapa orang yang telah wafat, bukan meminta suatu. Terutama duduk disamping kepala jenazah menghadap ke kiblat (arah barat). Menggunakan baju yang tutup aurat,” kata Kiai Dahlan waktu dihubungi detikcom.

Ia memaparkan, ziarah makam hukumnya sunah. Walaupun demikian, tiap-tiap peziarah mesti menghargai orang yang telah wafat. Menurutnya, arwah orang yang telah wafat konsisten hidup.

“Pantangannya tidak bisa salat diatas makam, diantara dua nisan. Ikut tidak bisa melangkahi makam. Kalaupun pengin melalui janganlah melangkahi diantara dua nisan,” katanya.

Melangkahi makam, lanjut Kiai Dahlan, adalah tindakan yang tidak disenangi Allah SWT. “Hukumnya makruh, akhlak yang tidak disenangi oleh Allah SWT,” terangnya.

About admin