Home / kriminal / Klub Anti Bandit Tangkap Pembobol Dua Sekolahan

Klub Anti Bandit Tangkap Pembobol Dua Sekolahan

Klub Anti Bandit Tangkap Pembobol Dua Sekolahan – Eks guru honorer diamankan Klub Anti Bandit Polsek Sawahan. Dia ditangkap lantaran mendobrak dua sekolah di Surabaya.

Pemeran pembobolan itu bernama Subagio Maulana (28) . Dia sebagai pria kelahiran Lamongan yg tinggal di Jalan Petemon II/146 Surabaya.

Subagio sempat profesinya jadi guru olahraga. Dia diamankan petugas selesai mendobrak 2 sekolah dalam kurun waktu yg bereda. Polisi tembak kaki kanannya lantaran coba melarikan diri kala diamankan.

Kejahatan pertama guru honorer itu dilaksanakan pada 17 Mei 2019. Dia mendobrak SDN Petemon yg ada di Jalan Tidar. Dalam pembobolan itu, dia merampok 3 monitor, 5 CPU serta 7 adaptor sejumlah Rp 7 juta.

Dan perbuatan yg ke dua berlangsung pada 17 Juni waktu lalu. Di Sekolah Basic yg ada di daerah Banyu Urip, terduga merampok 8 mini CPU brand HP sejumlah Rp 13 juta serta 1 unit projector sejumlah Rp 1, 6 juta.

Terhadap petugas, terduga Subagio mengakui sempat mengajar di dua sekolah itu jadi satu orang guru olahraga saat 15 tahun lebih. Akan tetapi seusai diberhentikan, dia rasakan sakit hati serta bermaksud merampok banyak barang punya dua sekolahan itu.

” Statusnya udah dikeluarkan, memang sempat kerja di sekolahan itu jadi guru honorer. Seusai keluar ujarnya sakit hati. Namun itu cuma argumen, udah dijadwalkan. Bisa dibuktikan di sekolahan yg ke dua dikeluarkan pun setelah itu merampok disana, ” kata Kapolsek Sawahan Kompol Dwi Eko Budi Sulistyono, Selasa (2/7/2019) .

Tekad terduga jual hasil curian lewat jual beli online didapati petugas, seusai dapatkan laporan dari faksi sekolah. Seusai diamankan pada 22 Juni lalu, petugas langsung melacak barang curian itu dalam sesuatu ekspedisi.

” Pemeran kita tangkap seusai melaksanakan pencurian di dua TKP. Yg satu di SD di Jalan Tidar serta di Jalan Banyu Urip. Lantaran pemeran kala kami tangkap melarikan diri sampai kami lakukan tindakan keras (ditembak kaki) sampai dapat diamankan, ” pungkasnya.

Dwi pun mengemukakan, dalam 2 laganya terduga memanfaatkan trik yg tidak sama. Di sekolah pertama dia melaksanakan perusakan pintu. Dan di sekolah ke dua dia menduplikat kunci.

” Kedua-duanya dilaksanakan waktu malam hari, ” tambah Dwi.

Atas pembobolan serta pencurian yg dilaksanakan terduga, polisi menyelamatkan barang untuk bukti 1 unit projector, 8 unit mini CPU, 5 unit CPU monitor, dan 8 kunci duplikat serta 1 buah kunci obeng. Terduga dijaring clausal 363 terkait pencurian dengan pemberatan.

About admin