Home / berita umum / Pemuda di Jombang Ini Ditangkap Atas Kasus Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu

Pemuda di Jombang Ini Ditangkap Atas Kasus Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu

Pemuda di Jombang Ini Ditangkap Atas Kasus Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu – Terasa malu sebab masih tetap menganggur, Defit Sujianto (26) nekat membohongi ke-2 orang tuanya. Triknya, pemuda asal Desa Keplaksari, Peterongan, Jombang, ini membuat beberapa puluh lembar uang palsu. Bahkan juga Defit nekat mengedarkan uang palsu itu.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Jombang Iptu Sujadi menjelaskan, masalah pemalsuan uang ini terbongkar karena pengaduan dari beberapa pedagang. Mereka menyalahkan terdapatnya konsumen yang memakai uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

Polisi juga menelusuri sumber uang palsu itu. Rupanya uang palsu itu disebarkan oleh Defit. Aktor juga dibekuk saat nongkrong di satu diantara warung kopi Jalan Pahlawan, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang, Rabu (27/3) sore.

“Waktu kami periksa dompetnya, kami dapatkan 9 lembar uang palsu. Kami lanjut memeriksa rumah aktor, diketemukan 35 lembar uang palsu. Totalnya 44 lembar pecahan Rp 50 ribu semua,” kata Sujadi waktu jumpa wartawan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (4/4/2019).

Sujadi menerangkan, semua uang palsu yang disebarkan Defit memiliki nomer seri sama, yakni MEF988665. Uang palsu itu memiliki kualitas yang rendah. Diantaranya sebab diciptakan memakai kertas type HVS.

Waktu diinterogasi penyidik, lanjut Sujadi, Defit akui sudah membelanjakan 4 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Aktor memakai uang palsu itu untuk beli bahan bakar di SPBU serta nasi goreng.

Diluar itu, Defit pula akui dibantu Dwiky Muddasir (22), penjaga satu warung internet (warnet) di Kecamatan Jombang dalam membuat uang palsu. Pemuda asal Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang ini disuruh Defit untuk download gambar uang pecahan Rp 50 ribu, mengeditnya, lantas mencetaknya memakai kertas HVS.

Hingga jadi uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Karena keterkaitannya itu, Dwiky ikut diamankan oleh polisi.

Sujadi menyatakan, pembuatan uang palsu ini tidak ada hubungannya dengan Pemilu 2019. Menurutnya, satu diantara fakta Defit membuat uang palsu untuk membohongi ke-2 orang tuanya. Pada orang tuanya, pemuda pengangguran ini akui telah kerja dengan pendapatan yang cukup besar.

Tidak hanya 44 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, polisi pula mengambil alih tanda bukti perlengkapan untuk cetak. Diantaranya berbentuk 1 monitor merk LG, 1 CPU merk Power Up, 1 keyboard merk Votre, serta 1 printer warna merk Epson L360.

Karena tindakannya, Defit serta Dwiky dijaring dengan Masalah 36 ayat (1), (2) serta (3) UU RI No 7 tahun 2011 mengenai Mata Uang. “Intimidasi hukumannya sangat lama 15 tahun penjara,” tandas Sujadi.

About admin