Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Di Hukum Seumur Hidup

Agen Casino

Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Di Hukum Seumur Hidup – Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Patuh Pribadi dituntut hukuman seumur hidup oleh jaksa penuntut umum pada sidang masalah pembunuhan Abdul Ghani. JPU menilainya tidak terlihat rasa penyelasan dari terdakwa sepanjang persidangan.

JPU Rudi Prabowo Aji menuntut terdakwa dengan Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan merencanakan. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan persidangan kalau terdakwa disangka turut ikut serta atas masalah pembunuhan Abdul Ghani.

BACA JUGADimas Kanjeng Dituntut Penjara Seumur HidupSidang Dipending karna Patuh Pribadi Minta Didampingi Penasihat HukumSidang Perdana Dimas Kanjeng Ditunda
Brandconnect
Panduan Tetaplah Bugar saat Umur Masuk 30 Th. ” Kami mohon majelis hakim menjatuhkan vonis seumur hidup pada terdakwa, ” kata Rudi di Pengadilan Negeri Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin, 3 Juli 2017.

Tuntutan JPU yang memberatkan terdakwa di ambil berdasar pada kenyataan persidangan. Yaitu, terdakwa tak ada rasa penyesalan atas tindakannya, sekalian tidak sempat mengaku.

Terdakwa Patuh Pribadi mengakui kecewa atas tuntutan JPU. Terdakwa, yang 3x mangkir dari agenda sidang, menyebutkan, selama persidangan tak ada kenyataan yang tunjukkan keterlibatan dianya.

Seirama, M Soleh, sebagai pengacara terdakwa mengatakan tuntutan JPU tidak selaras dengan kenyataan persidangan. Beberapa terdakwa yang lain, kata Soleh, tidak sempat mengatakan atas perintah Dimas Kanjeng Patuh Pribadi.

” Pembunuhan disadari terdakwa yang lain, ” kata Soleh. Mereka yaitu Boiran, Muriat Wahyu Wijaya, Kurniadi.

Pihaknya akan mebeberkan argumen itu pada sidang minggu depan dengan agenda pledoi. Mejelis hakim yang di pimpin Basuki Wiyono mengambil keputusan sidang dipending sampai Selasa minggu depan.

Sedianya, Patuh Pribadi diagendakan turut sidang perkara penipuan atas nama korban Suprayitno. Masalah ini dilaporkan merugikan korban Rp800 juta. Tetapi, pria yang sohor dengan pengganda uang itu tidak dapat meneruskan sidang karena terasa lelah.

(SAN)