Home / berita umum / UN Swissindo Sekte Penghapus Utang Mulai Kehilangan Taringnya

UN Swissindo Sekte Penghapus Utang Mulai Kehilangan Taringnya

UN Swissindo Sekte Penghapus Utang Mulai Kehilangan Taringnya – United Nations Swissindo Trust Internasional Orbit (UN Swissindo) atau yg lebih diketahui dengan sekte penghapus utang mulai kehilangan taringnya. Polisi sukses mengamankan bos dari sekte itu, Soegiharto Notonegoro dengan kata lain Sino.

Kamis (2/8/2018) tempo hari, Bareskrim Polri berjalan mengamankan Sino di kediamannya yg ada di Perumahan Griya Caraka, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tempat tinggal punya Sino itu jadikan pula sebagai markas sekte penghapus utang. Dokumen yg berada di markas lantas ditangkap pihak kepolisian.

Waktu penangkapan, situasi markas sekter itu sepi. Tidak ada kesibukan apa pun di markas itu. Menurut RT ditempat, beberapa pengikut Sino tiarap sesudah dengar berita ada penangkapan. Ruh sekte itu seperti hilang sesudah Sino yang akrab di panggil ‘Yang Mulia’ oleh beberapa pengikutnya itu ditangkap kepolisian.

” Sesudah penangkapan saya lihat masih tetap ada pengikutnya, dua orang kalaupun gak salah. Hanya melalui, kelihatannya memonitor. Mungkin saja yg lainnya pada sembunyi. Keinginan saya sich steril, tidak ada kesibukan (UN Swissindo) lagi, ” kata Ketua RT 2 Griya Caraka Dadang, Kamis (2/8/2018) sore.

Penangkapan Sino itu akankan jadi menandakan runtuhnya sekte penghapus utang. Berakhirnya pengembaraan Sino untuk perbanyak pengikutnya. Sekte penghapus utang udah berjalan saat bertahun-tahun.

Pada tahun 2010, UN Swissindo telah mulai berjalan menggerakkan misinya serta mengambil perhatian warga. Sino mengklaim dianya sendiri jadi Presiden Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia punya misi besar ingin menghapuskan utang umat manusia didunia.

UN Swissindo mengklaim jadi pendiri sekian banyak negara dunia. Jadi semua bentuk warisan atau asset didunia diklaim bisa dikelola oleh UN Swissindo. Eksistensi UN Swissindo ini mulai berjalan kurang lebih 2010. Nama UN Swissindo semakin melambung sesudah pengikutnya mulai banyak.

Sekte yg mengklaim dapat meniadakan utang umat didunia ini mulai mengepakan sayap. Gak dikit warga yg masuk dalam sekte itu.

Enam tahun lalu, yang pasti pada 20 Juni 2016, Otoritas Layanan Keuangan (OJK) keluarkan pengakuan yg dalamnya terkait imbauan pada warga supaya hati-hati pada sekte itu.

Pada tahun yg sama, yang pasti pada 1 November terus OJK serta Satgas Hati-hati Investasi keluarkan pengakuan sah jika UN Swissindo adalah instansi ilegal. Satwgas Hati-hati Investasi lantas udah memberikan laporan UN Swissindo ke Bareskrim Polri.

OJK serta Satgwas Hati-hati Investasi melayangkan surat ke ‘Yang Mulia’ Sino untuk hentikan gerakannya. Lantaran pergerakan yg dijalankan Sino mencurigakan warga, Sino menebarkan rencana pelunasan utang yg gak sesuai sistem perbankan.

Akan tetapi, surat dari OJK serta Satgas Hati-hati Investigasi itu gak digubris Sino. Sino masih terasa ‘sakti’. Sino masih tetap menggerakkan sektenya. Satu tahun seterusnya, Sino kembali di panggil Satgas Hati-hati Investigasi. Utamanya masih tetap sama, terkait penghentian gerakannya.

Lagi-lagi, usaha dari OJK serta Satgas Hati-hati Investasi masih gak menggoyahkan pergerakan Sino. Sekte penghapus utang masih tetap menggerakkan kegiatannya. Juru Bicara UN Swissindo Budi Raja lewat cara terang-terang melawan OJK serta Satgas Hati-hati Investigasi.

” UN Swissindo itu bagai angin, tidak ada yg dapat menghentikannya terkecuali tuhan tersebut, ” kata Budi Raja kala terlibat perbincangan dengan detikcom di markas UN Swissindo pada Kamis, 2 Agustus 2018 kemarin.

Tempo hari, Kamis (2/8/2018) ‘Yang Mulia’ Sino diamankan lantaran dikira mengerjakan pemalsuan dan penipuan. Untuk sesaat, polisi baru tangkap Sino serta masih tetap meningkatkan masalah ini.

” Baru Sino sesaat (yg diamankan) tadi siang. Senantiasa penyidik masih tetap meningkatkan. (Tindak pidana yg disangkakan) pemalsuan serta penipuan, ” kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga sewaktu dimintai konfirmasi, Kamis (2/8/2018).

Daniel menuturkan pihaknya juga mengambil banyak mata uang asing. Akan tetapi mata uang itu nyatanya palsu. ” Dan diambil pula banyak mata uang asing tetapi palsu juga. Dipakai undang-undang mata uang, ” katanya.

About admin