Home / berita umum / Untuk Mengusir Kejenuhan, Nelayan Pangandaran Ini Iseng Bikin Miniatur Pinisi

Untuk Mengusir Kejenuhan, Nelayan Pangandaran Ini Iseng Bikin Miniatur Pinisi

Untuk Mengusir Kejenuhan, Nelayan Pangandaran Ini Iseng Bikin Miniatur Pinisi – Agus Rikki (53) , nelayan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, miliki kepiawaian merakit miniatur perahu pinisi. Ketrampilan autodidak inilah jalani satu tahun paling akhir di celah waktu melaut.

Kerajinan itu dia bikin untuk mengusir kejenuhan saat hasil tangkapan di laut sepi. Dengan cara kebetulan, ujarnya, di seputar tempat tinggalnya, ada penjual kue serabi yang tetap menumpuk kayu-kayu bakar dalam jumlahnya banyak.

” Iseng-iseng lah saya bikin. Ada kayu albiso, ada tripleks sisa, bambu, saya gunakan, ” tutur Agus, Jumat (15/2/2019) .

Perahu pinisi pertamanya, menurutnya, usai dalam tempo satu bulan, yang dijalankan seseparuh sesi. Tidak diduga, karya Agus mendapatkan animo teman-temannya. Lantaran jejaringnya dengan banyak pehobi mancing di kota, ia juga terima sejumlah pesanan dari Bandung serta Jakarta.

Perahu pinisi bikinan Agus memang termasuk detil. Agus yang awal mulanya sempat bertekun seni dekorasi dalam ajang-ajang pameran memang menyukai dunia hasta karya.

” Memang saya bikin ini (pinisi) iseng saja. Saya sich mengharap ada anak-anak muda di Pangandaran yang ingin belajar serta meningkatkan usaha ini, ” katanya.

Tetapi sayang, menurut Agus, sejumlah pemuda yang ia ajak, kelihatan tdk tertarik lantaran mereka memikir pendapatan yang didapatkan tdk sekejap. Agus sekarang menyatakan lumayan kebingungan melakukan pesanan untuk pesanan yang selalu ada.

Agus bercerita, buat bikin kerajinan kapal pinisi cuma butuh ketekunan. Modal sendiri, menurutnya, bukan jadi rintangan pokok, lantaran beberapa material diambil dari kotoran.

” Yang wajib dibeli sangat lem korea, kain monitor, sama tali-tali jaring, namun itu murah, ” ujar bapak satu anak ini.

Waktu ini, Agus membuat dua prototipe. Pinisi mempunyai ukuran besar, dengan panjang 75 cm serta tinggi 65 cm, di bandrol seharga Rp 3 juta. Sesaat pinisi mempunyai ukuran lebih kecil di tawarkan pada harga Rp 2 juta serta Rp 1 juta.

” Memang saya patok harga itu, lantaran karya sama dengan di internet dipasarkan kian lebih mahal. Menjadi barang seni, saya fikir boleh-boleh saja, ” tutur ia.

Tidak cuman membuat miniatur perahu pinisi, Agus juga menyebutkan sekarang tengah melakukan sejumlah kerajinan yang lain, seperti plakat ukiran kayu dan umpan ikan bikinan.

About admin